Dampak Rusuh Terhadap Wisata Papua

Sejumlah agen perjalanan yang tergabung dalam Asosiasi Perjalanan dan Agen Perjalanan Indonesia (Asita) Papua melaporkan kerugian sekitar Rp. 300 juta karena penurunan kunjungan wisatawan setelah demonstrasi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu.

Dampak Rusuh Terhadap Wisata Papua

Presiden DPD, Asita Papua Iwanta Perangin-Angin, mengatakan bahwa kondisi ini membuat wisatawan memilih untuk menunda perjalanan mereka ke provinsi di ujung timur negara itu. Iwanta mengatakan kerugian yang diderita agen perjalanan di Papua mencapai Rp. 300 juta Kerugian terbesar dirasakan oleh mereka yang menawarkan paket wisata ke beberapa tujuan wisata terkemuka di Papua.

Setiap agen perjalanan harus bisa menjual hingga 20 paket wisata per hari, harga satu paket biasanya sekitar Rp. 7 juta, “kata Iwanta, Jumat, 23/8/19.

Namun rafting di batu, lanjutnya, penurunan kunjungan wisatawan ke Papua juga terjadi karena periode puncak kunjungan berakhir pekan lalu. Selain itu, Festival Lembah Baliem, yang merupakan salah satu tempat wisata utama Papua, berlangsung dari 17 hingga 19 Agustus.

Secara umum, kunjungan wisatawan ke Papua masih didominasi oleh kedatangan wisatawan asing yang mewakili 80% dari total kunjungan. Ini bisa berbeda dari Papua Barat, di mana persentase seimbang antara wisatawan asing dan domestik karena popularitas tujuan wisata Raja Ampat, “kata Iwanta.

Masalah Papua Barat diakui oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dia mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke beberapa objek wisata, seperti Raja Ampat ke Papua Barat, belum berubah.

“Raja Ampat ke Papua Barat aman dan kondusif. Jadi wisatawan tidak perlu khawatir ketika mereka mengunjungi Papua. Kondisi Papua saat ini aman dan terus menumbuhkan iklim wisata,” kata Arief Yahya di sela-sela kunjungan kerja di Yogyakarta Internasional Bandara, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 19/19/19.

Arief Yahya mengatakan bahwa meskipun terjadi kekacauan dalam beberapa hari terakhir di Papua, saat ini tidak ada negara yang telah mengeluarkan penasihat perjalanan atau panggilan untuk tidak mengunjungi Indonesia.

“Kami mendesak wisatawan agar tidak khawatir karena kondisi di Indonesia saat ini sangat aman,” kata Arief Yahya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>