Jenis Penelitian Skripsi (Pembahasan Lengkap)

Saat menulis tesis, penting bagi kita untuk mengetahui jenis penelitian apa yang akan kita pilih. Pilihan harus sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Berikut ini akan menjelaskan jenis-jenis penelitian dan keterampilan dasar yang harus dimiliki:

Penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Ini berarti bahwa kita harus sangat pintar untuk menonton suatu peristiwa dan menggunakannya sebagai data penelitian. Baik dalam bentuk wawancara, observasi secara keseluruhan maupun dengan tinjauan literatur. Secara umum, dalam penelitian ini, objek investigasi akan menerima metode / kondisi tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Misalnya, penelitian tentang “Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan metode puzzle”. Menurut judulnya, kita dapat memprediksi metode mana yang akan kita gunakan untuk mengumpulkan data. Cara mewawancarai siswa, mengamati selama proses pembelajaran, dll.

Penelitian kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah studi ilmiah yang sistematis tentang bagian-bagian dan fenomena serta hubungannya. Tidak seperti penelitian kualitatif, penelitian ini menekankan tinjauan literatur sebagai validasi data. Setiap kalimat yang ditulis dalam tesis ini seharusnya tidak memiliki bentuk argumen oleh penulis sendiri, melainkan pendapat para ahli yang terkandung dalam buku ini.

Teknik penelitian kuantitatif meliputi:

Eksperimen

Jika Anda ingin menulis tesis jenis ini, Anda harus membaca banyak buku yang relevan dengan judul yang Anda diskusikan. Selain itu, kemampuan untuk memproses data, angka menggunakan rumus, dll. Meski begitu, jenis penelitian ini lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan penelitian lain. Karena data yang diperoleh berasal dari kuesioner atau tes, sudah ada ukuran kuantitatif (dalam bentuk angka). Yang harus Anda lakukan adalah memprosesnya dengan EXCEL, MINITAB atau SPSS.

Pengembangan

Pengembangan Penelitian adalah serangkaian proses atau langkah untuk mengembangkan produk baru atau meningkatkan produk yang sudah ada sehingga mereka dapat dipertanggungjawabkan. Produk-produk ini tidak selalu memiliki bentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi mereka juga dapat berupa perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pemrosesan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, atau model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, sistem manajemen dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *